<body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener('load', function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <div id="navbar-iframe-container"></div> <script type="text/javascript" src="https://apis.google.com/js/plusone.js"></script> <script type="text/javascript"> gapi.load("gapi.iframes:gapi.iframes.style.bubble", function() { if (gapi.iframes && gapi.iframes.getContext) { gapi.iframes.getContext().openChild({ url: 'https://www.blogger.com/navbar.g?targetBlogID\759081974261161005159\46blogName\75Memancing\46publishMode\75PUBLISH_MODE_BLOGSPOT\46navbarType\75BLUE\46layoutType\75CLASSIC\46searchRoot\75http://mugi-hobies.blogspot.com/search\46blogLocale\75en_US\46v\0752\46homepageUrl\75http://mugi-hobies.blogspot.com/\46vt\75-6799280767495280379', where: document.getElementById("navbar-iframe-container"), id: "navbar-iframe" }); } }); </script>

03 January 2010


PERALATAN MANCING IKAN MAS

Pada dasarnya untuk mancing ikan mas tidak dibutuhkan peralatan khusus. Sebatang bambu yang diraut dengan kenur yang telah diberi mata kail di ujungnya sudah cukup memadai. Namun di era modern ini dimana banyak pabrik penghasil peralatan mancing yang membuat alat pancing yang lebih spesifik maka tak ada salahnya untuk kita memilih peralatan mancing yang sesuai untuk ikan mas. Hal ini dimaksudkan untuk kepraktisan, kecepatan, kepekaaan maupun kemudahan penggunaannya.

Hal terpenting adalah kelas yang digunakan, di Indonesia ikan mas yang disebut super, bobotnya berkisar 4 kg ~ 15kg. Dengan rasio 2:1 saja maka kelas 4kg~6kg (8lbs~14lbs) cukup aman digunakan. Sebagai contoh, jika anda menggunakan joran kelas 6 kg gunakan pula ukuran itu pada kenur, penggulung juga mata kail. Kondisi ini disebut peralatan yang seimbang (balance tackle).

JORAN
Joran (tackle) untuk mancing ikan mas dapat dipilih dari beberapa merek yang beredar di pasaran. Kwalitas joran dipilih yang kekuatannya baik dan juga mempunyai daya lentur yang sesuai penggunaannya.

Perlu diingat bahwa lenturan joran juga mempengaruhi dalam menguras tenaga ikan yang terpancing (fight). Untuk kepraktisan semata dapat anda pilih joran tipe antena (telescopic), yang terdiri dari beberapa ruas batang, dapat dipanjangkan atau dipendekkan. Namun bila anda hampir setiap minggu pergi berlomba, ada baiknya memilih tipe joran yang tanpa sambungan (one piece) atau yang disambung, biasanya dua batang (two pieces) atau tiga batang (three pieces). Joran tipe ini mempunyai kekuatan dan kelenturan yang lebih baik dari tipe antena.

Untuk bahannya pilihlah minimal yang terbuat dari serat kaca ( fibreglass) yang berongga di tengahnya bukan yang padat. Dewasa ini bahkan telah banyak joran yang berbahan Carbon, Grafit, Boron atau Kevlar. Panjang joran yang ideal antara 120 cm hingga 180 cm. Ukuran yang umum digunakan berkisar 5' 6"~6' (5 feet 6 inch s/d 6 feet) sekitar 168~180 cm, ukuran tertera jelas pada badan joran. Jumlah marit atau jalur benang minimal yang berjumlah 5 agar pembagian beban pada batang joran merata.

Kelenturan atau aksi joran sesuaikan dengan keperluan, semakin lentur akan semakin betambah kepekaannya terhadap gigitan ikan, ukuran kelenturan biasanya disebut Taper misalnya Fast Taper, Medium Taper, Slow Taper dan beberapa kombinasi di antaranya. Untuk Fast Taper kelenturan joran sepertiga bagian hingga ke ujungnya (Tip Action), joran tipe ini hanya melengkung di bagian ujungnya sedang pangkalnya tetap lurus tanpa beraksi. Penggunanaannya dimaksudkan untuk kecepatan cocok dipakai pada saat lomba atau mancing sistem galatama.

Medium Taper adalah kelenturan joran dari bagian tengah sampai ke ujungnya (Middle To Tip Action) yang akan melengkung dari bagian tengah ke ujungnya. Slow Taper (Through Action) yang akan melengkung dari pangkal hingga ke ujung joran. Medium Taper dan Slow Taper biasanya digunakan untuk mancing harian atau perlombaan mancing yang santai. Bila banyak variasi mancing dan lomba yang anda laksanakan pilihlah yang Medium Taper jika memang anda tidak terlalu memikirkan soal spesifikasi tadi. Yang perlu diingat adalah aksi joran yang melengkung itu akan menimbulkan reaksi pada gerakan meluruskan kembali pada joran tersebut, reaksi inilah yang membantu anda menguras tenaga ikan. Padukan tingkat kelenturan tadi dengan kekuatan atau kelas kenur yang digunakan. Kenur terlalu kecil akan mudah putus bila dipadu dengan Fast Taper, sebaliknya joran Slow Taper beresiko patah jika dipadu kenur berkekuatan besar pada saat menghentakkan joran atau saat menaklukan.

Merek joran yang baik dapat anda temukan dengan mudah di toko-toko pancing terkemuka beberapa diantaranya yaitu Shimano, Daiwa, Fenwyck, Berkley dan masih banyak lagi. Kembali ke soal marit atau jalur benang, telah banyak produsen joran yang mengeluarkan produk joran tanpa marit. Jadi kenur langsung melewati rongga batang joran. Tentu saja keuntungannya, joran akan melengkung sempurna sehingga menambah kekuatan joran. Contohnya seri interline dari Daiwa dan innerline dari Shimano.

PENGGULUNG
Penggulung atau ril (reel) merupakan piranti yang penting di dunia mancing dewasa ini. Memang beberapa pemancing tradisional di negara kita terkadang tidak memerlukannya. Namun untuk mereka yang serius di arena mancing, penggulung menjadi suatu keharusan. Mancing ikan mas akan sangat nyaman bila penggulung yang digunakan adalah spinning reel, dicirikan dengan penggulungnya yang ada di depan dan pemasangannya di bawah joran.

Dalam memilih penggulung yang baik tentu saja utamakan adalah kwalitas dari spining ril itu sendiri. Ril yang baik badannya terbuat dari Grafit yang ringan bukan plastik atau alumunium. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam memilih spining ril seperti rem spul (Drag), bantalan roda (Ball Bearing), rasio gigi (Gear Ratio), kapasitas kenur dan kelas ril.

Drag atau mekanisme yang menahan lajunya spul saat kenur dilarikan ikan adalah alat yang vital pada ril. Tanpa drag kemungkinan gagalnya menaklukkan ikan jadi besar terutama saat menghadapi ikan mas yang berukuran super. Ril yang baik mempunyai beberapa lempengan elemen drag di dalamnya, dapat dilihat pada dus atau buku pentunjuknya. Letaknya ada yang di depan disebut Front Drag (bagian atas spul) ada juga yang di bagian belakang ril disebut Rear Drag. Beda keduanya hanya pada letak, namun berdasarkan pengalaman, Front Drag lebih tangguh, dapat menahan lajunya ikan dengan mulus tanpa tersendat.

Ball Bearing atau bantalan roda berfungsi meminimalkan gesekan pada setiap mekanismenya sehingga perputaran yang dihasilkan menjadi lancar karena kurangnya beban yang dinetralisir bantalan. Pada prakteknya semakin banyak Ball Bearing adalah semakin baik, tapi konsekwensinya harga ril menjadi mahal. Jumlah bantalan sebaiknya dilihat dari diagram ril pada buku petunjuknya. Tiga (3) Ball Bearing pada ril sudah memadai. biasanya terletak pada Pinion Gear, Drive Gear sebelah kiri dan Line Roller-nya.

Gear Ratio atau rasio gigi, dihasilkan dari perbandingan putaran gagang (handle) dengan putaran Rotor. Gear Ratio 4:1 sudah memadai untuk digunakan mancing ikan mas, rasio ini akan menghasilkan 4 putaran rotor pada 1 kali putaran gagangnya. Ril modern gear rationya antara 3:1~6,3:1. Bedakan dengan Trolling Gear yang mempunyai dua posisi gear ratio, rasio yang rendahnya untuk mengatasi perlawanan ikan yang sangat besar. Maka pada pemancingan ikan mas gear ratio yang tinggi akan semakin baik, terutama saat lomba atau mancing ikan mas sistim galatama.

Kapasitas kenur dan kelas ril yang digunakan berukuran 4kg~8kg pada kelasnya yang menampung kenur 8lbs~14lbs sebanyak 60m hingga 200m sudah cukup memadai digunakan pada perlombaan mancing ikan mas. Penggolongan kelas ril biasanya ditunjukkan oleh tipenya yang bernomor 100, 200, 1000, 2000 dan seterusnya. Tipe yang digunakan untuk mancing ikan emas adalah 2000 ke bawah. Beberapa merek terkenal yang terbukti cukup handal dalam pemakaian dan keawetannya seperti Daiwa SS-700, Shimano tipe Stella, Biomaster, Ultegra juga Wonder Zeus dan lain sebagainya.

KENUR
Banyak pemula yang menanyakan berapa ukuran kenur yang sebaiknya digunakan untuk memancing ikan mas ? Sesungguhnya jawaban itu akan sangat relatif, karena tiap kondisi mancing akan mendapat jawaban berbeda. Pada dasarnya diameter kenur semakin kecil adalah baik, akan tetapi kendala muncul karena empang yang digunakan bukan milik sendiri kecuali di danau yang luas tentunya, dimana kita dapat tarik ulur dengan ikan mas besar bermenit-menit tanpa mengganggu lapak sebelah. Idealnya untuk mancing di empang pemancingan ikan mas, carilah kenur yang berdiameter kecil namun memiliki kekuatan yang besar. Sudah banyak di pasaran kenur-kenur impor yang berkarakteristik seperti itu. Namun bagi pengejar rekor harap dicari kenur berlabel IGFA Class agar rekor anda diakui. Pada pemancingan lomba ukuran diameter kenur sebaiknya 0,20~0,26mm atau kekuatannya berkisar 6~12lbs. Pada lomba sistem galatama dapat dipakai dari ukuran 0,24~0,28mm karena rangkaian pancingnya tidak pakai pelampung (pancing glosor). Pancing berpelampung menggunakan kenur diameter lebih dari 0,26mm sangat riskan dikenali ikan mas yang cenderung penakut dan suka menghindar terutama pada bayangan manusia dan juga bayangan kenur yang tebal. Untuk merek pilihlah yang sudah terkenal seperti Berkley, Fenwyck, Maxima, Platypus, Siglon dan lain-lain. Warna kenur pilih yang tersamar dengan warna air, boleh juga warna neon (flourecent) yang sangat cocok untuk mancing malam hari atau menggunakan rangkaian pancing glosor.

PELAMPUNG
Pelampung merupakan alat pendeteksi yang memberitahukan bahwa ikan mas tengah memakan umpan kita. Pelampung atau kambangan ini dibuat dari bahan yang sangat ringan agar dapat mengambang di air. Bahannya dapat terbuat dari kayu balsa, plastik atau bulu ayam merak. Bentuknya beraneka ragam dari yang berbentuk bola hingga batang dengan warna-warni yang terang. Pada saat mancing harian atau di daerah seperti Bogor, Sukabumi dan daerah Jawa Barat lainnya pelampung yang digunakan sangat kecil, seperti gambar yang ada di bawah ini sangat berguna untuk mendeteksi gigitan ikan mas yang sangat halus.

Namun untuk pemancing Jakarta dan Bandung yang biasa mengikuti lomba akbar, pelampung yan dipakai berbentuk batang yang terbuat dari bulu ayam merak. Pelampung ini sangat baik mendeteksi gigitan ikan dan dapat terlihat pada jarak yang jauh. Untuk ikan mas jangan gunakan pelampung yang terlalu besar karena dapat menahan gerak umpan yang tersedot mulut ikan mas sehingga ikan tersebut mengurungkan niatnya. Sebenarnya masih banyak alat pendeteksi lainnya seperti monkey climber, alarm dan lainnya namun tidak umum digunakan di sini.

KAIL
Penggunaan rangkaian mata kail yang sudah jadi dapat anda beli di tempat yang menjual peralatan mancing atau dirangkai sendiri, yang terdiri dari 2 atau 3 mata kail dapat langsung dipakai. Sedang ukuran kail sesuaikan dengan ukuran ikan yang ditebarkan di empang pemancingan, dengan nomor 9~5 (biasanya nomor yang besar ukuran kailnya lebih kecil tergantung dari mereknya), untuk lomba galatama dan lomba akbar di hari Minggu sediakan mata pancing rangkai 3 ukuran 5 atau 6. Sedangkan untuk mancing harian yang penebaran ikannya sedikit gunakan mata kail lebih kecil dengan rangkaian tunggal.

Rangkaian kail tunggal dengan pelampung kecil lebih efektif digunakan di empang yang ukurannya kecil dan penebaran ikannya sedikit. Bentuk mata kail untuk memancing ikan mas adalah yang berbatang pendek dengan lengkung setengah lingkaran dengan ujung pengikat yang gepeng (spade end) bahannya terbuat dari Carbon dan stainless steel. Beberapa merek yang sudah terkenal dan banyak dipakai yakni Owner, Gamakatsu, Mustad, Daiichi. Biasakan untuk selalu mengganti mata kail yang telah berkarat atau tumpul. Karena kesempatan mendapat ikan besar terkadang pupus karena kail yang patah atau tidak menancap dengan sempurna.

SESER
Seser atau serokan berfungsi menyerok ikan yang berhasil kita taklukkan untuk kemudian kita angkat ke darat. Pada perlombaan tentunya seser ini mutlak kita bawa kecuali lomba mancing sistim galatama yang serokannya telah disediakan. Penggunaan seser yang benar adalah setelah dirasa tenaga ikan telah terkuras kemudian kepala ikan telah berada di atas air (mendongak) selamkan seser dan raih ikan dari arah bawah.

Hindarkan menyeburkan seser pada saat ikan belum terlihat walau ikan tersebut sudah ada dekat pemancing karena saat itu tenaga ikan masih besar dan turunnya serokan akan menyebabkan ikan terkejut dan berontak dengan sekuat tenaganya. Gunakanlah seser yang berbatang besi stainless berongga yang ringan dengan diameter lingkaran kira-kira 50 cm dan jaringnya dari tali plastik yang kuat.

KORANG
Setelah ikan terangkat maka kita membutuhkan korang yang berguna menyimpan ikan sementara kita memancing. Pakailah korang yang besar berbentuk seperti karung dengan leher korang yang agak panjang. Biasakan memeriksa korang yang kita simpan sebelum berangkat mancing siapa tahu terdapat lubang karena gigitan tikus, hingga ikan yang kita taruh di korang itu lolos keluar.

PERLENGKAPAN TAMBAHAN
Di bawah ini beberapa peralatan yang mungkin dibutuhkan saat akan berangkat mancing:
  • Kotak pancing yang berguna menyimpan peralatan mancing yang kecil-kecil.
  • Tas joran untuk membawa dan melindungi beberapa joran dan peralatan.
  • Baskom minimal 3 buah untuk mengaduk dan menyimpan umpan
  • Topi dan payung akan sangat berguna saat terik dan hujan.
  • 2 batang besi yang berfungsi sebagai tatakan joran (rod rest).
  • Kursi khusus mancing yang nyaman
  • Parutan, pembuka kaleng, lap serbet dan kantong plastik.

Lanjutan..!

DAFTAR ALAMAT TOKO PANCING

Dunia Pancing
Jl. Gunung Sahari Ancol no. 13 Blok B-3
Telp. 021-6459638 Fax. 021-6458572

Jl. Kemenangan III No. 114 B
Telp. 021-6254576~77 Fax. 021-6254578

Aneka Ragam
Jl. Bandengan Utara 81 Blok A23/24
Telp. 021-6670636 Fax.021-6625781

Lautan Mas
Jl. Toko Tiga no. 24
Telp. 021-6901333 Fax. 021-6902479
http://www.lautanmas.com

Dharmasari Sport
Telp. 021- 7204270

Pasaraya Blok M Lt. 7
Jl. Iskandarsyah Raya

Sumber Mulya
Jl. Tongkol no. 6 D
Telp. 021-6910050 Fax. 021-6915536

Kartini Fishing Shop
Jl. Kartini Raya no. 53-AF
Telp. 021-6392781 Fax. 021-6281344

Ronson
Jl. Bekasi Barat Raya no. 31 Jatinegara
Telp. 021-8191829

AUA
Jl. Gunung Sahari Raya No. 8 Gn.Sahari Centre Blok A/1
Telp. 021-6398254 Fax. 021-6594805

Garuda
Jl. Apron IIIA No 104 Kemayoran
Telp : 021-4219866

Lesmana
Jl. Kebon Jeruk Raya Psr Rawa Belong
Telp. 021 5322570

U.D. Bandung (Surabaya)
Jl. Kembang Jepun no. 194-196
Telp.031-22993 Fax. 031-333063

Rezeki Nelayan (Medan)
Jl. Merbabu No. 6 B-C
Telp. 061-559003 Fax. 061-559501

Istana Pancing (Palembang)
Jl. Lematang 15 Ilir No. 478.B
Telp. (0711)-357038

Lanjutan..!

KARAKTERISTIK LOKASI MANCING (ikan mas)

Lokasi untuk memancing ikan mas dibedakan menjadi dua yaitu lokasi alam dan buatan. Lokasi alam meliputi daerah perairan seperti sungai, rawa, situ, telaga, danau dan waduk-waduk besar pengairan. Lokasi buatan meliputi empang, kolam pancing, balong, dan lainnya yang sengaja dibuat untuk memenuhi kebutuhan para pemancing ikan mas ini. Untuk memanjakan pemancing, kolam pancing diisikan terlebih dahulu ikan masnya atau sesuai perjanjian yang tentunya tak tertulis. Ada beberapa sistim yang diterapkan pada empang yaitu harian, kiloan, borongan, lomba dan galatama.

Untuk lokasi buatan, banyak ditemukan di pulau Jawa dan Sumatra. Namun untuk lokasi alam, mungkin agak sulit mencarinya di Jawa ini karena alamnya yang mulai terkontaminasi limbah industri dan terusik tangan manusia. Bila ingin mencari lokasi alam yang menarik dan masih menjanjikan khususnya untuk ikan mas, mungkin harus mencarinya di luar Jawa. Atau bila ada pemancing lain yang dapat membantu dapat menghubungi saya lewat email atau forum hingga bisa ditampilkan informasi anda di situs ini.

LOKASI ALAM
Bagi yang gemar berpetualang tentunya mancing ikan akan lebih mengasyikkan bila memancingnya pada lokasi alam habitat ikan. Sayangnya di Indonesia, sedikit sekali atau hampir tidak ada pemancing petualang yang mengkhususkan diri hanya pada spesies ikan mas. Rata-rata mereka beranggapan tangkapan apapun yang diperoleh, itulah yang mereka pancing. Sedang yang mengkhususkan diri mungkin hanya pada spesies ikan air tawar predator seperti Gabus, Belida, Sius dan lain-lain. Itupun sudah sangat bagus, siapa tahu nanti ada spesies ikan air tawar yang alami (bukan hasil budidaya) yang menjadi primadona Indonesia, seperti ikan Bass, Salmon, Trout, Pike di dunia barat sana.

Bagi yang penasaran anda dapat mencoba lokasi pada waduk pengairan besar seperti Cirata, Jatiluhur dan Saguling di Jawa Barat, keberadaan ikan mas sangat potensial karena sebagian berasal dari pembibitan dan budidaya jala terapung yang banyak di sekitarnya yang berhasil lolos menuju alam lepas. Lokasi alam lainnya dapat anda kenali dari kondisi perairannya. Carilah lokasi yang disukai ikan mas dan ikan air tawar umumnya.

Kondisi perairan yang terpelihara alam dengan baik, dapat menjadi tempat ideal sebagai habitat alam ikan. Karakteristik perairan alam terbuka yang mungkin layak dipertimbangkan sebagai lokasi alam seperti berikut :
  • Suhu air suatu perairan sangat mempengaruhi keberadaan ikan. Suhu yang disukai ikan berkisar 20º~26º C atau bersuhu hangat.
  • Kedalaman air berkisar 1~4 meter.
  • Kondisi perairannya agak keruh, hal ini malah disukai ikan ketimbang perairan yang sangat jernih. Namun ingat kekeruhan bukan disebabkan oleh polusi limbah, atau sampah.
  • Perairan tersebut walau pada sungai berarus (Stream River) maupun genangan air (Still water) seperti danau harus memiliki arus yang kecil hingga sedang atau permukaannya luas yang menjamin tersedianya pasokan oksigen dan makanan yang dibutuhkan ikan.
  • Perairan yang tampak diam (Still Water) berwarna kehijauan karena lumut (Algae) yang menutupi permukaan sangat disukai ikan.
  • Kondisi khusus perairan lainnya yang berpotensial dihuni ikan seperti: tempat terdalam dari permukaan dasar perairan yang luas misalnya lubuk dan bekas penggalian. Bagian dari perairan yang ditumbuhi pepohonan disisinya yang membuat permukaan air terlindungi panas matahari. Pepohonan yang rebah dan sebagian batangnya tenggelam di perairan menjadi petunjuk yang kuat sebagai tempat yang baik. Tumbuhan rumput atau alang-alang dan teratai bahkan menjadi tempat kesukaan ikan-ikan besar.
  • Indikasi permukaan air yang dapat dicermati diantaranya air yang tiba-tiba keruh akibat ikan yang sedang mengaduk atau kaget akan kehadiran anda, adanya gelembung udara (disebut rembesan) yang mempunyai arah gerak menandakan keberadaan ikan, perhatikan daerah tenang saat angin datang karena garis angin pada permukaan menandakan adanya tempat yang disukai ikan pada dasar air seperti bebatuan, kayu pohon yang tenggelam dan lainnya. Bila memungkinkan carilah lokasi yang bukan menjadi tempat eksploitasi ikan yang besar-besaran atau jarang terusik manusia.

EMPANG HARIAN
Empang harian adalah tempat khusus yang disediakan buat pemancingan. Pada empang ini biasanya pemancing membayar harga lapak (sewa lapak berikut ikannya) baru kemudian memancing. Mancing harian dapat dilakukan setiap hari bahkan ada pemancingan yang bukanya 24 jam.

EMPANG KILOAN
Dinamakan empang kiloan karena sistim yang dipakai saat mancing di empang ini yakni dengan menimbang hasil tangkapan yang diperoleh, kemudian pemancing membayar harga berdasar perolehannya.

EMPANG BORONGAN
Pemancing atau kelompok pemancing menyewa empang yang waktu memancingnya, jumlah ikan yang diisikan di empang berdasarkan kesepakatan keduabelah pihak. Atau dapat juga sekelompok pemancing menawar isi empang yang dipunyai petani budidaya, baru kemudian memancingnya setelah ada kesepakatan harga.

EMPANG LOMBA
Di sinilah para pemancing mencoba ketangguhannya dengan menerapkan pengetahuan dan pengalamannya terhadap pemancing yang lain tanpa mengurangi keakraban sesamanya. Pada lomba biasanya penyelenggara telah mengisikan sejumlah ikan terlebih dahulu dan menyediakan sejumlah hadiah-hadiah bagi pemenangnya. Kriteria pemenang ditentukan berdasarkan perolehan terberat perekor yang didapat peserta lomba mancing. Lomba biasanya diadakan mulai pagi hingga sore pada hari Minggu atau hari libur lainnya.

EMPANG GALATAMA
Mancing pada empang sistim galatama adalah mereka yang benar-benar hendak mengasah ketrampilannya memancing, karena hasil ikan tidak dibawa pulang seperti pada sistim mancing yang telah disebut di atas tadi. Ikan yang ditebar di empang ini sangat banyak jumlahnya, penyelenggaraannya bisa setiap hari dan bersifat lomba karena ada hadiahnya. Untuk hadiah biasanya berupa uang, banyaknya tergantung dari jumlah peserta setelah uang yang terkumpul dikurangi oleh bagian yang menjadi hak panitia.

Kriteria pemenang sesuai kesepakatan bersama, biasanya seperti juara ikan terberat, juara ikan merah, juara total berat perolehan ikan dan juara total perolehan jumlah satuan ikan. Dalam setiap harinya lomba terbagi dalam beberapa babak atau ronde, yang lamanya antara 2~2,5 jam perbabak. Dalam tiap babak didapatkan hasil penentuan juara. Ikan yang diperoleh dilepaskan kembali saat itu juga setelah dilakukan penimbangan.

Beberapa peraturan galatama agak berbeda dengan lomba seperti peserta tidak diperbolehkan menggunakan rangkaian berpelampung, menggunakan umpan hidup seperti cacing dan kroto dan beberapa aturan lainnya yang berbeda pada setiap empang yang menyelenggarakan mancing galatama. Pada beberapa daerah menyebutnya sebagai gaplean yang sistimnya hampir mirip dengan galatama.

Lanjutan..!

02 January 2010


CARA MANCING (ikan mas)

Terdapat dua cara yang biasa dipakai di Indonesia untuk memancing ikan mas, yaitu dengan menggunakan rangkaian berpelampung atau rangkaian langsung yang diberi pemberat (disebut glosor). Pada mancing sistim galatama yang dipakai adalah rangkaian glosor, karena pelampung tidak diperbolehkan. Sedang pada lomba mancing biasa, kedua rangkaian tadi boleh digunakan.

Penggunaan rangkaian mana yang cocok atau lebih efektif tergantung dari kebiasaan pemancing itu sendiri, kondisi cuaca dan empang tempat memancing juga turut mempengaruhi. Beberapa rangkaian tambahan lainnya yang diurai di sini didapat dari literatur asing, di mana kondisi mancing mereka berbeda dengan kita. Mereka tidak mengenal empang sewa yang khusus untuk mancing seperti di Indonesia, tetapi memancingnya langsung dari alam yang terpelihara. Sehingga pada sungai atau perairan yang di tuju masih mudah dicari ikan masnya, selain itu sistim tangkap dan lepas (Catch And Release) juga sistim batasan yang boleh diangkat (Bag Limit) sangat dipatuhi para pemancing asing, tentu saja hal ini dapat menjaga kelestarian ekosistem ikan mas pada habitat aslinya.

RANGKAIAN BERPELAMPUNG
Rangkaian berpelampung merupakan rangkaian umum yang banyak dipakai pemancing, karena isyarat deteksi mudah dibaca. Pemasangan pelampung cukup mudah bila digunakan peniti khusus pelampung dan karet pembatas khusus (stopper) yang membuat rangkaian tadi menjadi praktis di joran anda. Mula-mula loloskan kenur pada jalur kenur di joran, masukkan secara berurut karet pembatas, peniti pelampung, karet pembatas, timah sebesar biji lada terakhir ikatkan peniti (link swivel) di ujung kenur.

Rangkaian berpelampung ini sangat cocok diterapkan pada air yang tenang atau berangin sedang dengan kedalaman maksimal 2 meter. Ukuran kedalaman air harus tepat agar jarak pelampung dengan umpan tidak terlalu panjang yang dapat membuat ikan luput dikenai saat joran digentak, jangan pula terlalu pendek sehingga pelampung tenggelam atau umpan mengambang. Lontarkan umpan ke tengah perairan, gulung kenur sedikit , celupkan ujung joran ke air kepretkan joran sampai kenur menjadi tenggelam karena kenur yang mengambang akan terbawa arus atau tertiup angin.

Pilihlah daerah terdalam di tempat jatuhnya lemparan dengan menggeser sedikit demi sedikit hingga pelampung agak tenggelam. Perhatikan pelampung dengan seksama, bedakan gerakan pelampung karena tertiup angin, terbawa arus atau tersenggol ikan. Gerakan pelampung batang yang umpannya sedang dimakan adalah ke arah bawah, waspadalah untuk segera menggentak joran tatkala pelampung tenggelam seluruhnya. Hentakan joran ke arah belakang dengan keras. Mulailah permainan anda selanjutnya yakni menaklukkan ikan yang terpancing itu.

RANGKAIAN GLOSOR
Telah diurai di atas bahwa rangkaian berpelampung lebih nyaman dan mudah diperhatikan karena deteksi gigitan ikan mas dapat dilihat melalui pelampung. Namun rangkaian tersebut tidak selamanya dapat dipakai seperti pada saat angin yang kencang, perairan yang terlalu dalam (2 m lebih) atau arus air yang deras. Juga pada mancing sistim galatama yang tidak memperbolehkan penggunaan pelampung.

Untuk itulah dapat anda pakai rangkaian pancing tanpa pelampung yang biasa disebut glosor. Metoda ini sebenarnya juga sangat efektif mendeteksi gigitan ikan mas pada umpan karena menyalurkan getaran langsung pada kenur. Keuntungan lainnya dari rangkaian ini antara lain yaitu dapat dilontarkan lebih jauh lagi ke tengah, mudah mendeteksi umpan yang disambar ikan mas sebelum umpan tersebut mencapai dasar, jarang membuat kenur anda dengan kenur pemancing lain saling mengikat (kusut) dan anda tak perlu memicingkan mata karena melihat pelampung yang jauh namun cukup melihat tempat masuknya kenur ke dalam air atau merasakan umpan yang termakan dengan sentuhan jari anda bahkan terkadang mata kail akan tertancap sendiri tanpa perlu anda menggentak lagi. Kenur anda di penggulung cukup diikatkan pada ujungnya sebuah peniti khusus mancing.

Agar lebih praktis, gunakan kenur pengikat kail berwarna hitam sepanjang 20 cm, ikatkan peniti pancing di ujungnya, masukkan timah pemberat minimal sebesar biji jagung lalu ujung kenur yang lain ikatkan kili-kili (swivel), ingat ! timah pemberat jangan sampai tertahan jadi artinya kenur harus dapat meluncur mulus melalui lubang pada timah pemberatnya (alat seperti ini biasa disebut bemper). Hati-hati bila timah pemberat yang dipakai ukurannya agak besar, apabila sedang mengajar ikan mas tiba-tiba ikan berontak dan ikan dapat meloloskan diri maka jepretan timah pemberat dan rangkaian pancing akan meluncur deras ke arah anda. Kekurangan pada rangkaian pancing glosor adalah kurang pekanya pendeteksian pada gigitan ikan mas yang terkadang sangat halus sekali.

RANGKAIAN LAINNYA
Rangkaian-rangkaian lain yang akan diurai di sini adalah dasar, pengembangan atau perpaduan dari pada dua rangkaian sebelumnya. Penggunaannya kurang umum dilakukan pemancing karena memang hanya untuk menghadapi situasi tertentu dan seperti telah diulas di atas beberapa diantaranya berasal dari literatur asing dengan kondisi berbeda. Tetapi tidak ada salahnya untuk diketahui, karena dapat menjadi bahan perbandingan.

Rangkaian Langsung (Free Lining), rangkaian ini sangat sederhana karena hanya dengan mengikatkan sebuah kail tunggal pada ujung kenur. Cara ini sebenarnya tergolong sangat tradisional, namun sangat efektif mendeteksi gigitan ikan mas yang halus sekalipun dan berguna untuk menghadapi ikan mas yang malas atau penakut sekali cara makannya. Sebab melalui rangkaian kenur bebas ini ikan mas yang sedang mencoba-coba umpan tak akan merasa takut melahap umpan karena tak ada beban yang menghalanginya. Kunci keberhasilannya terletak pada berat dan besar umpan yang digunakan, sehingga hanya dengan penggunaan yang tepat, umpan dapat dilontarkan secara akurat menuju sasaran tanpa mengurangi rasa ketakutan ikan.

Rangkaian langsung berpemberat besar, adalah pengembangan dari kenur bebas yang ditambahkan sebuah pemberat berlubang yang agak besar (kira-kira sebesar ujung jari telunjuk), cara merangkainya hampir sama dengan rangkaian glosor hanya saja tanpa menggunakan bemper, jadi masukkan dulu sebuah pembatas lalu timah pemberat dan terakhir ikatkan sebuah kail tunggal saja, kenur tentunya harus dapat bergerak bebas. Maksud dari rangkaian ini adalah saat ikan mas berusaha melahap umpan maka ikan tersebut tak ragu-ragu lagi melahap atau menyambarnya karena belum ada beban yang menahannya, namun saat kail berumpan yang dimakannya tertahan pada batas timah ikan akan terkejut sehingga menyebabkan kail akan menancap dengan sendirinya akibat beban timah pemberat yang cukup besar itu.

Rangkaian pancing glosor berpelampung merupakan perpaduan antara rangkaian glosor dan rangkaian berpelampung namun pelampung yang dimaksud bukan berada di air tetapi berada tepat di antara penggulung dan jalur kenur (marit) yang pertama. Fungsi pelampung adalah pengalih perhatian anda terhadap getaran akibat umpan yang termakan ikan, gerakan pelampung naik turun kemudian jatuh terlepas akibat kenur ditarik ikan. Untuk menggunakannya harus pula disediakan tatakan joran (rod rest) seperti ilustrasi di bawah ini. Alat deteksi dapat dibuat sendiri dari gabus dan jepitan rambut (di asalnya disebut Bobbin Indicator) atau dapat juga memakai alat deteksi yang disebut monkey climber karena dapat bergerak turun naik.

Lanjutan..!

TEKNIK MERANGKAI DAN MENGIKAT KAIL

Cara membuat rangkaian pancing :
  1. Sediakan kenur leader (pengikat kail) sekitar 50 cm dan kili-kili, masukkan ujung kenur dua kali (2x), sisi yang berujung pendek +/- 15 cm. (gambar "a")
  2. Dengan sisi yang panjang, lilitkan sebanyak 10x.
  3. Masukkan ujungnya ke celah tekukan kenur. Tahan sisi pendek tarik sisi panjang sampai mengetat.
  4. Simpulkan kedua ujungnya secara renggang +/- 20 lilitan simpul.
  5. Buat celah di tengah lilitan simpul tadi, lalu masukkan mulai dari kili-kilinya hingga rapat di batas ikatan pertama yang mengetat.
  6. Tarik perlahan-lahan kedua ujungnya, bantu meratakan dengan jari sampai ketat.
  7. Sampai di sini berarti telah dapat dihasilkan rangkai pancing 2 cabang.

Untuk membuat 3 cabang dst. Ambil bagian kenur yang panjang, tekuk kenur simpulkan 3~5x
  1. Atur jarak ikatan ini dengan kili-kili ini lebih pendek dari sisi yang satunya. Ketatkan simpul tersebut, potong rata hingga seperti gambar.
  2. Ulangi menyimpul renggang 20 lilitan seperti pada (d) tadi dan masukkan ke celah lilitan mulai dari kili-kili hingga batas ikatan mengetat yang kedua.
  3. Tarik kedua ujung perlahan-lahan, ratakan hasil ikatan yang mengetat bila perlu bantu dengan jari. Hingga akhirnya terbuatlah rangkaian 3 cabang.
  4. Untuk membuat 4, 5 cabang dst., gunakan kenur leader lebih panjang lagi dan pada saat membuat simpul seperti gambar.
  5. potonglah kenur hingga menghasilkan sisi pendek kira-kira 15 cm dan sisanya menjadi sisi yang panjang untuk membuat cabang selanjutnya.

Cara mengikat kail:
  1. Tekuk kenur pengikat kail, satukan dengan mata kailnya dan pegang dengan ibu jari dan telunjuk kiri.
  2. Buat lilitan hingga batang kail dan tekukan kenur masuk ke dalam lilitan.
  3. Lilitan untuk leader yang agak besar cukup 5 lilitan, semakin kecil ukuran leader semakin banyak jumlah lilitannya.
  4. Tarik ujung dan pangkal kenur hingga mengetat.
Periksa apakah ikatan yang mengetat tadi masih dapat meloloskan kenur, bila masih sebaiknya ulangi lagi. Maksimalkan kekuatan ikatan dengan meneteskan power glue. Kenur yang dipakai membuat rangkaian sebaiknya menggunakan kenur khusus leader atau untuk mengikat kail, biasanya warnanya hitam, agar tidak mudah melintir. Diameter kenur sesuaikan dengan kebutuhan dan nomor kail. Kail kecil dengan kenur yang kecil atau sebaliknya.

Lanjutan..!

Islamic Calendar Widgets by Alhabib
Free Hijri Date

Kecantikan seseorang harus dilihat dari matanya, karena itulah pintu hatinya - tempat dimana cinta itu ada.